Scientific Abstract (Bilingual)
Abstrak (ID): Gigi posterior yang telah dirawat saluran akar seringkali mengalami kehilangan substansi dentin koronal yang substansial akibat karies, restorasi sebelumnya, dan preparasi akses endodonsia. Pemasangan pasak intraradikuler berpotensi melemahkan dentin akar dan menimbulkan resiko fraktur akar vertikal. Konsep restorasi *Endocrown* mengintegrasikan inti pasak (*core*) dan mahkota klinis dalam satu unit monolitik keramik yang memanfaatkan ruang kamar pulpa (*pulp chamber*) sebagai retensi makromekanis dan adhesif adhesi mikro. Keramik litium disilikat terbukti memiliki modulus elastisitas dan ketahanan fraktur optimal terhadap beban oklusal tinggi pada gigi molar.
Abstract (EN): Endodontically treated molars with extensive coronal loss frequently undergo root weakening when restored with conventional intraradicular posts. Lithium disilicate monolithic endocrowns leverage the pulp chamber as a macro-retentive core combined with high-strength adhesive bonding, exhibiting higher fracture resistance and biomimetic stress distribution compared to conventional post-retained crowns.
Prinsip Preparasi Gigi untuk Endokron
- Pengurangan Bidang Oklusal: Pengurangan oklusal seragam setebal 2.0 mm mengikuti anatomi cusp untuk menjamin ketahanan material keramik litium disilikat monolitik.
- Batas Margin Tepi (Butt Margin): Desain tepi berupa *circular butt joint* horizontal tanpa bevel, selebar minimal 1.0–1.2 mm di atas struktur enamel sehat untuk mendistribusikan gaya tekan oklusal vertikal.
- Preparasi Kamar Pulpa: Divergensi dinding kamar pulpa sebesar 6° hingga 8° ke arah oklusal untuk membebaskan *undercut*. Hilangkan sisa gutta-percha hingga 1–2 mm di bawah orifisium dan seal orifisium dengan semen ionomer kaca atau flowable composite.
- Kedalaman Kamar Pulpa: Retensi optimal tercapai pada kedalaman kamar pulpa minimal 3.0 mm (diukur dari margin preparasi oklusal ke dasar pulpa).
Protokol Sementasi Adhesif
- Kondisikan intaglio permukaan keramik litium disilikat dengan asam hidrofluorik 5% (HF) selama 20 detik, bilas ultrasonik dalam alkohol, lalu aplikasikan silane coupling agent (keringkan dengan udara hangat 60 detik).
- Isolasi gigi dengan rubber dam. Lakukan sandblasting dentin dengan partikel Al2O3 27–50 µm (tekanan 2 bar).
- Etsa asam fosfat 37% pada email perifer (15 detik), aplikasikan sistem adhesif universal atau dual-cure adhesive.
- Sementasikan endocrown menggunakan semen resin luting dual-cure atau komposit restoratif yang dipanaskan (*pre-heated composite*), lakukan pembersihan ekses secara cermat dan light cure berulang dari seluruh sudut.
Referensi Ilmiah (References)
- Bindl, A., & Mörmann, W. H. (1999). Clinical evaluation of adhesively placed Cerec endo-crowns after 2 years—preliminary results. Journal of Adhesive Dentistry, 1(3), 255-265.
- Fages, M., & Bennasar, B. (2013). The endocrown: a different type of restoration for excessively destroyed molars. Journal of Canadian Dental Association, 79, d140.
- Sedrez-Porto, J. A., et al. (2016). Endocrown restorations: a systematic review and meta-analysis. Journal of Dentistry, 52, 8-14.