Scientific Abstract (Bilingual)
Abstrak (ID): Gigi permanen muda yang mengalami nekrosis pulpa akibat trauma atau dens evaginatus menghadapi resiko fraktur akar katastropik akibat dinding dentin yang tipis dan apeks terbuka lebar. Prosedur Regeneratif Endodonsia (REPs) bertujuan menggantikan jaringan pulpa yang nekrotik dengan jaringan vaskular fungsional yang memungkinkan kelanjutan pembentukan ketebalan dinding akar (*root thickening*) dan penutupan apeks (*maturogenesis*). Konsensus American Association of Endodontists (AAE) dan European Society of Endodontology (ESE) menetapkan disinfeksi kimiawi minimal instrumentasi mekanis sebagai kunci preservasi sel punca papila apikal (SCAP).
Abstract (EN): Immature necrotic permanent teeth are prone to catastrophic fracture due to thin dentin walls and wide-open apices. Regenerative Endodontic Procedures (REPs) restore biologically active tissue, promoting root lengthening, dentinal wall thickening, and apical closure via Stem Cells of the Apical Papilla (SCAP) induction.
Trias Regenerasi Biologis
REPs berlandaskan pada prinsip rekayasa jaringan (*tissue engineering*):
1. Sel Punca (Stem Cells)
Sel punca dari papila apikal (SCAP) yang sangat resisten terhadap iskemia periapikal dan mampu berdiferensiasi menjadi odontoblast-like cells.
2. Perancah (Scaffolds)
Bekuan darah intrakal (blood clot) atau Platelet-Rich Fibrin (PRF) kaya fibrin mesh sebagai matriks migrasi seluler.
3. Faktor Pertumbuhan (Growth Factors)
Pelepasan TGF-beta 1, BMP-2, dan VEGF dari matriks dentin yang didekalsifikasi melalui irigasi EDTA 17%.
Tahapan Klinis Dua Kunjungan
Kunjungan 1 (Disinfeksi Saluran Akar): Isolasi rubber dam mutlak. Akses preparasi konservatif. Irigasi perlahan menggunakan NaOCl 1.5% (20 ml selama 5 menit), diikuti saline steril. Hindari instrumentasi mekanis pada dinding saluran akar. Aplikasikan medikamen pasta kalsium hidroksida Ca(OH)2 atau pasta antibiotik ganda berkonsentrasi rendah (1–5 mg/ml siprofloksasin dan metronidazol) untuk mencegah pewarnaan mahkota gigi. Tutup dengan restorasi sementara kedap bakteri selama 2–4 minggu.
Kunjungan 2 (Stimulasi Pendarahan & Matriks): Setelah gejala klinis reda, anestesi tanpa vasokonstriktor (3% Mepivacaine). Irigasi dengan 20 ml EDTA 17% untuk membebaskan molekul bioaktif matriks dentin. Rangsang pendarahan apikal dengan menginsersi file pre-curved #15 melampaui foramen apikal 2 mm hingga bekuan darah terbentuk 3–4 mm di bawah CEJ. Letakkan kolagen membran resorbabel (Collatape) di atas bekuan darah, tutup dengan 3–4 mm semen hidraulik mineral silikat (MTA/Biodentine), dan restorasi resin komposit adhesif permanen.
Referensi Ilmiah (References)
- Hargreaves, K. M., Diogenes, A., & Teixeira, F. B. (2013). Treatment options: biological basis of regenerative endodontic procedures. Journal of Endodontics, 39(3), S30-S43.
- European Society of Endodontology. (2016). European Society of Endodontology position statement: revitalization procedures. International Endodontic Journal, 49(10), 917-923.
- Galler, K. M. (2016). Clinical procedures for revitalization: current knowledge and considerations. International Endodontic Journal, 49(10), 926-936.