Scientific Abstract (Bilingual)
Abstrak (ID): Hipersensitivitas dentin dijelaskan secara klasik oleh Teori Hidrodinamik Brännström, di mana rangsangan termal, taktil, atau osmotik memicu perpindahan cairan tubulus dentin yang menstimulasi serabut saraf nosiseptif subodontoblas (serabut A-beta dan A-delta). Material berbasis Bioactive Glass (komposisi silika 45S5) dan fosfoprotein kalsium amorf (CPP-ACP) bekerja tidak sekadar memblokade ujung tubulus secara mekanis sesaat, melainkan menginduksi presipitasi lapisan apatit berkarbonat biologis (*biomimetic hydroxycarbonate apatite*) yang terikat kuat ke dalam lumen tubulus hingga kedalaman 50–100 µm.
Abstract (EN): Dentin hypersensitivity arises from hydrodynamically mediated fluid shifts in patent dentinal tubules activating pulpal nociceptors. Bioactive Glass 45S5 and CPP-ACP release supersaturated calcium and phosphate ions into saliva, forming crystalline hydroxycarbonate apatite barriers that occlude dentinal tubules permanently against hydrodynamic movement.
Mekanisme Deposisi Kristalin Bioaktif Glass
Saat partikel partikel Bioactive Glass 45S5 berkontak dengan saliva rongga mulut, ion natrium (Na+) segera bertukar dengan ion hidronium (H3O+), menaikkan pH lingkungan lokal ke basa lemah (pH ~ 8.0). Kondisi ini memicu pelepasan ion kalsium (Ca2+) dan fosfat (PO4 3-) yang berpresipitasi membentuk lapisan amorf kalsium fosfat di atas dan di dalam tubulus dentin yang terbuka. Dalam 24 hingga 48 jam, lapisan ini mengalami maturasi menjadi kristal hidroksikarbonat apatit stabil yang tahan terhadap asam makanan.
Referensi Ilmiah (References)
- Hench, L. L. (2006). The story of Bioglass. Journal of Materials Science: Materials in Medicine, 17(11), 967-978.
- Reynolds, E. C. (2008). Calcium phosphate-based remineralization systems. Journal of Dental Research, 87(4), 344-348.