Pedoman Klinis & Etika Profesi 2 menit baca Artikel Ilmiah

Minimal Intervention Dentistry (MID) pada Karies Profunda: Ekskavasi Selektif Satu Tahap vs Bertahap (Stepwise Removal)

[ID] Konsensus internasional International Caries Consensus Collaboration (ICCC) mengenai preservasi vitalitas pulpa melalui ekskavasi karies selektif. [EN] Evidence-based consensus from the International Caries Consensus Collaboration (ICCC) on selective caries removal and managing deep carious lesions.
Super Admin IKORGI

Super Admin IKORGI

Spesialis Konservasi Gigi Terakreditasi

Dipublikasikan:
Bagikan Artikel Ini:
Minimal Intervention Dentistry (MID) pada Karies Profunda: Ekskavasi Selektif Satu Tahap vs Bertahap (Stepwise Removal)

Scientific Abstract (Bilingual)

Abstrak (ID): Paradigma ekskavasi karies radikal hingga ke dentin keras (*hard dentin*) pada kavitas profunda terbukti meningkatkan insiden paparan pulpa iatrogenik hingga 40%. Konsensus International Caries Consensus Collaboration (ICCC) merekomendasikan teknik ekskavasi selektif (*selective caries removal*). Pada dinding perifer kavitas yang berbatasan dengan email, dentin dibersihkan tuntas hingga *hard dentin* untuk menjamin kerapatan adhesif perifer (*peripheral seal*). Namun pada dasar kavitas di atas kamar pulpa, dentin terinfeksi lunak ditinggalkan sebagai *soft/firm dentin* untuk mencegah terbukanya pulpa, ditutup dengan material bioaktif, dan direstorasi kedap bakteri.

Abstract (EN): Radical excavation to hard dentin in deep carious lesions frequently precipitates unnecessary pulpal exposure. International Caries Consensus Collaboration (ICCC) guidelines advocate selective caries removal to soft/firm dentin proximally to the pulp while securing a clean, hard peripheral seal zone to sustain hermetic adhesive restoration.

Zona Ekskavasi: Perifer vs Sentral Pulpa

Zona Perifer (Peripheral Seal Zone)

Pembersihan dentin mutlak hingga dentin keras (*hard dentin* bebas karies) selebar minimal 1.5–2.0 mm di sepanjang lingkar kavitas untuk menjamin ikatan adhesif yang kedap cairan dan bakteri.

Zona Sentral (Pulp Proximity Zone)

Ekskavasi selektif dihentikan pada *leathery/firm dentin* yang masih memiliki kolagen terdemineralisasi reversibel. Bakteri sisa yang terisolasi dari nutrisi rongga mulut akan menjadi dorman dan tidak aktif.

Referensi Ilmiah (References)

  • Schwendicke, F., et al. (2016). Managing carious lesions: consensus recommendations on carious tissue removal. Advances in Dental Research, 28(2), 58-67.
  • Innes, N. P., et al. (2016). Managing carious lesions: consensus recommendations on terminology. Advances in Dental Research, 28(2), 49-57.
Super Admin IKORGI
Tentang Penulis · Kontributor Ilmiah

Super Admin IKORGI

Artikel ini disusun dan dikurasi oleh spesialis IKORGI untuk memajukan standar klinis endodonsia dan kedokteran gigi konservatif berbasis bukti ilmiah.

Kembali ke Publikasi
Artikel Terkait

Pelajari lebih lanjut publikasi ilmiah di bidang ini

Aspek Medikolegal, Informed Consent Komprehensif, dan Standar Dokumentasi Klinis Praktik Spesialis Konservasi Gigi Indonesia
Pedoman Klinis & Etika Profesi
2 menit baca

Aspek Medikolegal, Informed Consent Komprehensif, dan Standar Dokumentasi Klinis Praktik Spesialis Konservasi Gigi Indonesia

[ID] Tinjauan yuridis standar persetujuan tindakan medis (informed consent), dokumentasi rekam medis digital, dan perlindungan hukum bagi dokter spesialis Sp.KG. [EN] Medicolegal frameworks, comprehensive informed consent protocols, and high-fidelity digital clinical documentation for conservative dentists in Indonesia.

Super Admin IKORGI

Super Admin IKORGI

Kontributor IKORGI

Baca Artikel
Optimasi Ergonomi dan Pencegahan Gangguan Muskuloskeletal bagi Dokter Gigi Spesialis Konservasi Gigi dalam Praktik Bedah Mikro
Pedoman Klinis & Etika Profesi
2 menit baca

Optimasi Ergonomi dan Pencegahan Gangguan Muskuloskeletal bagi Dokter Gigi Spesialis Konservasi Gigi dalam Praktik Bedah Mikro

[ID] Panduan penataan postur netral, konfigurasi lensa binokuler mikroskop operasi, dan latihan peregangan ergonomis untuk mencegah cervical/lumbar spine disorder. [EN] Ergonomic principles and musculoskeletal disorder prevention for microscopic and endodontic dental specialists.

Super Admin IKORGI

Super Admin IKORGI

Kontributor IKORGI

Baca Artikel
Protokol Penegakan Diagnosis Cracked Tooth Syndrome: Transluminasi Serat Optik, Pemetaan Beban Oklusal, dan Splinting Koronal
Pedoman Klinis & Etika Profesi
2 menit baca

Protokol Penegakan Diagnosis Cracked Tooth Syndrome: Transluminasi Serat Optik, Pemetaan Beban Oklusal, dan Splinting Koronal

[ID] Alur diagnosis komprehensif gigi retak (cracked tooth), uji gigit Tooth Slooth, transluminasi serat optik, dan splinting oklusal protektif. [EN] Comprehensive diagnostic algorithm for cracked tooth syndrome utilizing transillumination, wedge bite testing, and provisional orthodontic band splinting.

Super Admin IKORGI

Super Admin IKORGI

Kontributor IKORGI

Baca Artikel

Mitra & Media Partner

Didukung oleh institusi, mitra riset, dan sponsor terpercaya

IKORGI Logo

Pasang Aplikasi IKORGI

Pasang aplikasi ini di layar utama Anda untuk akses cepat ke portal anggota, event, dan LMS.

IKORGI

Pasang IKORGI di Perangkat

Ikuti 2 langkah mudah ini untuk menambahkan shortcut IKORGI ke layar utama Anda:

1

Ketuk tombol Bagikan

Tekan ikon Bagikan di toolbar Safari pada bagian bawah atau atas layar Anda.

2

Select "Add to Home Screen"

Scroll down in the share menu and select "Add to Home Screen" to install.